Rabu, 24 Mei 2017

Elemen User Interface (UI) pada GAME

Dalam game terdapat unsur penting bagi player yaitu User Interface. Desain User Interface dalam game melibatkan unsur tambahan fiksi. Fiksi melibatkan avatar dari pengguna yang sebenarnya, atau player. Pemain menjadi elemen tak terlihat, tapi kunci untuk cerita, seperti halnya narator dalam novel atau film. Fiksi ini dapat langsung dihubungkan ke UI, sebagian terkait, atau tidak sama sekali. Game historis tidak memiliki hubungan nyata untuk narasi game, kemungkinan besar karena game semasa dulu jarang memiliki unsur-unsur cerita yang kuat. Terdapat sebuah teori mengenai desain user interface game oleh Erik Fagerholt dan Magnus Lorentzon dari Chalmers University of Technology berjudul: Beyond the HUD (Head Up Display) – User Interfaces for Increased Player Immersion in FPS Games. Mereka memperkenalkan istilah untuk berbagai jenis interface tergantung pada bagaimana terkait dengan narasi dan geometri permainan mereka, di antara lain :
1
1.        DIEGETIC
Elemen user interface yang diegetik ada dalam dunia permainan (fiksi dan geometris) sehingga pemain dan avatar dapat berinteraksi dengan mereka melalui visual, audible atau haptic. Elemen UI diegetik yang dieksekusi dengan baik dapat meningkatkan pengalaman narasi untuk pemain, memberikan pengalaman yang lebih mendalam dan terintegrasi. Salah satu game yang mengimplementasikan elemen diegetic adalah Dead Space, Far to cry 2, Aliens : Colonial Marine dan Assassin’s Creed.
deadspace
Dead space screen shoots
 farcry2
Far to cry 2 screen shoots, stopwatch
assasins4
Assassin’s Creed itu menggunakan eagle vision untuk menyorot musuh dan jalur
patroli mereka. Pemain dan karakter melihat hal yang sama.
2.         META
Elemen UI tidak selamanya sesuai dalam geometri dari dunia permainan. Mereka masih dapat mempertahankan narasi permainan tapi duduk di hub plane 2D – ini disebut elemen Meta. Elemen meta UI bisa sulit untuk dipakai dalam permainan tanpa unsur narasi yang kuat, seperti olahraga atau permainan balap. Dalam Need for Speed​​: Hot Pursuit masih dapat terasa bahwa speedometer di HUD 2D adalah meta karena karakter pemain – sopir, akan tahu berapa kecepatan mobil melaju dan untuk itu membentuk bagian dari narasi tersebut. Elemen HUD lainnya seperti posisi track dapat lebih sulit untuk dipakai.
car
Need for Speed​​: Hot Pursuit menggunakan elemen HUD seperti speedometer
untuk menyampaikan informasi tentang mobil kepada pemain.
callofduty11
Blood splashing di layar dengan 2D HUD plane untuk memberi tahu player
bahwa karakter sudah kalah dan mati.
3.        SPATIAL
Elemen Spasial UI digunakan ketika ada kebutuhan untuk memecahkan narasi dalam rangka untuk memberikan informasi lebih kepada pemain melebihi yang disadari karakter. Mereka masih duduk dalam geometri lingkungan permainan untuk membantu memuaskan pemain dan mencegah mereka dari keharusan untuk merusak pengalaman dengan melompat ke layar menu. Semakin dekat ini mengikuti aturan fiksi permainan semakin mereka dapat membantu memuaskan pemain.
Splinter Conviction juga mengadopsi unsur-unsur spasial dalam bentuk proyeksi yang menggambarkan tujuan dalam dunia permainan. Skala mereka tampaknya menantang fiksi sedikit lebih dari contoh-contoh lainnya.
cooper
Tipe ditampilkan di dalam lingkungan untuk mengkomunikasikan pesan
ke pemain daripada ke karakter.
Fable 3 adalah contoh lain di mana spatial elemen digunakan untuk memberikan informasi lebih pada player dan mencegah player dari melompat ke map screen. Jejak yang berpijar hampir tepat digunakan karena unsure fiksi dan memberi kualitas kesan magic estetik tetapi karakter tidak dimaksudkan untuk menyadari hal itu. Ini memandu pemain ke tujuan berikutnya.
fable
Jejak bersinar Fable memandu player untuk melangkah ke langkah selanjutnya.
Spatial elemen dapat menjadi sesuatu yang indah ketika mereka bekerja dengan geometri di dunia. Berikut ini adalah spatial elements dari Forza 4 yang mendemostrasikan style simple yang dapat kontras denga kekayaan kualitas 3D dari game.
forza
Bold iconography dikombinasikan dengan strong typographic layouts membantu
membangun arah seni yang indah bagi Forza 4’s UI.
4.        NON DIEGETIC
Lalu ada elemen diegetic non-tradisional, elemen-elemen ini memiliki kebebasan untuk benar-benar dihapus dari fiksi permainan dan geometri dan dapat mengadopsi pemakaian visual mereka sendiri, meskipun sering dipengaruhi oleh arah seni permainan. Saya pikir ini unsur paling baik digunakan ketika bentuk diegetik, meta dan spasial memberikan batasan yang melanggar seamlessness atau konsistensi dari elemen UI.
World of Warcraft sebagian besar menggunakan non-diegetic UI, satu pengecualian adalah nama pemain yang spatial. Hal ini memungkinkan pengguna untuk sepenuhnya menyesuaikan, mudah-mudahan memastikan pengalaman yang familiar.
worldwar
Sebagian besar elemen UI di World of Warcraft duduk di hub plane 2D,
beberapa elemen duduk dalam geometri dunia seperti nama
pemain namun karakter tidak mengetahui adanya UI
Akhirnya Mass Effect 3 menggunakan banyak elemen Non-diegetic UI elements agar dapat menginformasikan kepada player bahwa karakter telah memilih senjata dan kekuatan dari beberapa yang ditawarkan.
masseffect
Non-diegetik Mass Effect 3 ini elemen masih mewarisi gaya visual
yang berhubungan dengan dunia game

Grafik Scene pada Game Komputer

Dinokta Pangestu
53414187
3IA21
Pengantar Teknologi Game
Syefani Rahma Deski

A.    Visibility


      Visibility merupakan tampilan grafik scene game pada komputer. Bagaimana sebuah game terlihat oleh user agar menarik dan berkualitas sehingga user menikmati game tersebut. Game bertipe ini menggunakan 2 macam tipe pemodelan :
      
      Tiga Dimensi Object/Model
      merupakan model/objek 3D yang nantinya akan dijadikan sebagai karakter utama, bangunan, objek-objek seperti senjata, musuh, permukaan tanah, pohon, dan bukit. Objek 3D seperti ini bisa dibuat dengan menggunakan program seperti 3D max, Maya, Hash, dan Blender.
      Dua Dimensi Graphic
      gambar 2D juga berperan dalam membuat game ini yaitu sebagai texture untuk objek, sebagai latar belakang seperti langit dan pemandangan, sebagai meteran untuk nyawa dan gambar untuk speedometer pada game racing.

B.    Level of Detail
      Dalam komputer grafis, akuntansi untuk tingkat detail melibatkan menurunkan kompleksitas representasi objek 3D seperti bergerak menjauh dari penampil atau sesuai metrik lainnya seperti objek penting, kecepatan sudut pandang-raltif atau posisi.
      Tingkat teknik detail meningkatkan efisiensi render dengan mengurangi beban kerja pada tahap pipa grafis, transformasi biasanya simpul. Kualitas visual berkurang dari model sering diperhatikan karena efek kecil pada objek muncul ketika jauh atau bergerak cepat.
      Untuk konsep menggambar LOD sebagian besar waktu LOD diterapkan untuk geometri rinci saja, konsep dasar bisa disamaratakan. Baru-baru ini, teknik LOD termasuk manajemen juga shader untuk tetap mengontrol kompleksitas pixel. Suatu bentuk tingkat manajemen detail telah diterapkan untuk tekstur selama bertahun-tahun, di bawha nama mipmapping, juga memberikan kualitas rendering yang lebih tinggi. Ini adlaah hal yang lumrah untuk mengatakan bahwa "sebuah objek telah LOD'd" ketika objek disederhanakan oleh mendasari algoritma LOD-ing. 
  
      2 Game yang Mempunyai Jalan Cerita dan Level
    
    Star Wars: Knight of the Old Republic
      Star Wars: Knights of the Old Republic adalah game RPG yang dikembangkan oleh BioWare. Permainan ini memiliki setting waktu di Golden Age of the Republic, sekitar dari 4.000 tahun sebelum setting waktu dalam film Star Wars pertama.

Pemain berada tengah-tengah perang galaksi antara pihak Jedi dan Sith. Pada awal permainan, pemain dapat memilih dari tiga kelas dasar, dan kemudian dalam permainan ada tiga subclass Jedi yang dapat dipilih. Selain jalan cerita yang mengasyikkan (terutama bagi fans Star Wars), permainan ini juga memiliki dunia yang luas dengan ratusan misi untuk diselesaikan.  Tak hanya itu, ada pula berbagai makhluk luar angkasa yang aneh yang membuat permainan anda akan makin mengasyikkan.

Star Wars: Knights of the Old Republic telah menerima banyak penghargaan dan pujian dari kritikus dan berbagai media. Permainan ini dinobatkan sebagai Game of the Year dalam berbagai versi, bahkan majalah Time juga menobatkannya sebagai salah satu dari 100 video game terbaik sepanjang masa.
 
        
       Alpha Protocol
       Alpha Protocol adalah game RPG yang disajikan dalam sudut pandang orang ketiga, dikembangkan oleh Obsidian Entertainment.

Pemain berperan sebagai Michael Thorton, seorang agen CIA. Selama bermain dan menyelesaikan berbagai misi, pemain akan mendapatkan Advancement Point yang dapat digunakan untuk menaikkan level salah satu dari sepuluh skill yang berbeda. Skill yang dipilih ini memungkinkan Thorton untuk menggunakan senjata tertentu dengan efisien, atau memiliki kemampuan khusus tertenu. Pemain juga dapat mengatur sendiri penampilan fisik Thorton, mulai dari warna kulit dan warna mata, tutup kepala dan gaya rambut.

Meskipun permainan ini dipuji karena memiliki konsep yang unik, ada banyak masalah teknis yang membuatnya tidak terlalu populer dibandingkan serial lain seperti Mass Effects. Hal ini cukup disayangkan, karena jalan cerita dalam Alpha Protocol sangatlah dramatis dan indah.  Semoga saja kelak sekuel dari game ini bisa disajikan dengan lebih sempurna.

Sumber :
http://danieldharmawan.blogspot.co.id/2016/06/tampilan-grafik-scene-pada-game-komputer.html
http://www.wikugame.com/2013/10/6-game-action-rpg-dengan-jalan-cerita.html

Rabu, 17 Mei 2017

User Interface dan Grafik Scene

Judul/Bab             : User Interface pada Game Komputer
Nama                  : Dinokta Pangestu
NPM                   : 53414187
Kelas                 : 3IA21
Mata Kuliah           : Softskill - Pengantar Teknologi Game
Nama Dosen            : Syefani Rachma Deski 

User Interface pada Game


Antarmuka (Interface) merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan sistem. Antarmuka (Interface) dapat menerima informasi dari pengguna (user) dan memberikan informasi kepada pengguna (user) untuk membantu mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi. Antarmuka (Interface)  berfungsi untuk menginput pengetahuan baru ke dalam basis pengetahuan sistem pakar (ES), menampilkan penjelasan sistem dan memberikan panduan pemakaian sistem secara berurutan  sehingga pengguna mengerti apa yang akan dilakukan terhadap suatu sistem.

Desain user interface dalam game berbeda dari desain UI lainnya karena melibatkan unsur tambahan fiksi. Fiksi melibatkan avatar dari pengguna yang sebenarnya, atau player. Sebuah Desain Antarmuka (Interface) pada suatu Game mempengaruhi kenyamanan dan sejauh mana user/pengguna meminati Game tersebut.

Dalam desain user interface game, terdapat sebuah teori yang dikemukakan oleh Erik Fagerholt dan Magnus Lorentzon dari Chalmers University of Technology. Dalam tesisnya mereka menulis tesis tentang desain user interface berjudul Beyond the HUD - User Interfaces for Increased Player Immersion in FPS Games.Mereka memperkenalkan istilah berbagai jenis interface yang berkaitan dengan desain video game.

HUD itu sendiri kepanjangan dari Heads – up display, merupakan metode dimana informasi secara visul disampaikan kepada pemain sebagai bagian dari antarmukan pengguna permainan. Biasanya menunjukkan bar/kotak HP(Health Point) ataupun MP(Mana Point) dan biasanya muncul  di atas kepala karakter. Fungsi HUD ini untuk memudahkan pemain mengetahui kondisi karakter dalam permainan.

Dalam desain antarmuka game terdapat beberapa elemen yang diantaranya adalah :
1.Diagetic: Desain antarmuka yang termasuk dalam permainan game  yaitu yang dapat dilihat dan didengar oleh karakter dalam permainan. Yang dimaksudkan pada antarmuka diagetic ini segala sesuatu yang terlihat terkecuali elemen-elemen non-diegetic seperti HUD, Kursor mouse, Informasi dari Komputer,dll  Contoh: Interface  dalam game Dead Space, pada game Assassin’s Creed
2.Non-diegetic: Desain  Antarmuka yang diberikan sebagai tambahan di luar dunia game itu sendiri, hanya terlihat dan terdengar ke pemain di dunia nyata. Sehingga seakan-akan karakter dalam dunia game tidak melihatnya. Mass Effect 3 menggunakan banyak Non-diegetik elemen UI untuk menginformasikan pemain senjata karakter dipilih dan kekuasaan - antara lain.

3.Spatial: Elemen User Interface yang disajikan dalam ruang permainan 3D dengan atau tanpa suatu entitas dari dunia permainan yang sebenarnya (diegetik atau non-diegetik). Outline karakter dalam Left 4 Dead adalah contoh dari non-diegetik User Interface spatial.


4.Meta: Gambaran yang bisa muncul dalam dunia game, namun tidak selalu divisualisasikan spasial untuk pemain.Contoh yang paling jelas adalah efek ditampilkan di layar, seperti percikan darah pada kamera untuk menunjukkan kerusakan. Contoh: Duty Calls- The Calm Before the Storm
penggunaan icon pada game juga mempengaruhi kenyamanan pemain dalam memilih perintah-perintah pada game. Desain icons dalam user Interface dibedakan menjadi dua jenis yaitu picons dan micons.

Grafik Scene Game Komputer: Visibility & Level of Detail

Setelah sebelumnya saya menjelaskan mengenai arsitektur game, pada pertemuan kali ini saya akan menjelaskan perihal tentang game dari segi tampilan grafik scene pada game komputer. Menelisik dari materi yang disampaikan, hal ini dapat berkaitan dengan antar muka atau interface secara umum yang sudah kita kenal merupakan salah satu bentuk interaksi manusia dengan komputer. Secara umum Interface adalah fungsi dan atribut sensor dari suatu sistem (aplikasi, perangkat lunak, kendaraan, dll) yang berhubungan dengan pengoperasiannya oleh pengguna.

Dalam elektronik dan teknik komputer, sebuah antarmuka dapat berarti:
  • Batasan fisik dari dua subsistem atau alat.
  • Sebuah bagian atau sirkuit di beberapa subsistemyang mengirim atau menerima sinyal ke atau dari subsistem lainnya: antarmuka jaringan, antarmuka video, kartu network.
  • Sebuah standar yang menjelaskan sebuah himpunan karakteristik yang berfungsi, karakteristik interkoneksi fisik umum, dan karakteristik signal untuk pertukaran data atau signal; antarmuka USB, antarmuka SCSI.
Tetapi dalam dunia game hal ini bukan hanya untuk antarmuka pengguna saja tetapi juga sebagai dasar dari pembuatan game itu sendiri. Karena berhubungan dengan grafik sudah barang tentu pembuatan game membutuhkan kompone-komponen yang membentuk tampilan yang dapat kita lihat dan mainkan. Disini saya akan jelaskan dua komponen dalam menampilkan scene game terutama pada komputer, yaitu:
  1. Visibilty
  2. Level of Detail

Visibility

Pengertian Visibility merupakan tampilan grafik scene game pada komputer. Bagaimana sebuah game terlihat oleh user agar menarik dan berkualitas sehingga user menikmati game tersebut. Biasanya pada video game terdapat istilah scene 2.5D. Sebenarnya istilah tersebut tidak berbeda jauh dari scene 2D (dua dimensi). Hanya saja 2.5D memiliki beberapa fitur tambahan berupa efek cahaya, bayangan dan sebagainya yang dibuat agar seakan-akan menyerupai scene 3D.

Biasanya gameplaynya memang mirip game 2D dimana kita hanya bisa bergerak secara horizontal dan vertical namun beberapa gambarnya di render secara 3D. Teori grafik 2.5D ini biasa juga disebut dengan pseudo-3D sedangkan pada istilah game lebih dikenal dengan isometric/diametric/trimetric projection.
Gambar 1.1 Algoritma Ray Tracing salah satu bentuk visibilty
Game bertipe ini menggunakan 2 macam tipe pemodelan: · 
  • 3 Dimensi object/model : Merupakan model/object 3D yang nantinya akan dijadikan sebagai karakter utama, bangunan, object-object seperti senjata, musuh, permukaan tanah, pohon, dan bukit. Object 3D seperti ini bisa dibuat dengan menggunakan program seperti 3DS Max, Maya, Hash, dan Blender. 
  • 2 Dimensi graphic : Gambar 2D juga berperan dalam membuat game ini yaitu sebagai texture untuk object, sebagai latar belakang seperti langit dan pemandangan, sebagai meteran untuk nyawa dan gambar untuk speedometer pada game racing. 

Gambar 1.2 Game dengan sudut pandang isometric, membuat 2D seolah-olah 3D

Kegunaan 2.5D dalam game adalah sebagai pengaturan gerakan seperti golden axe, double dragon, path finding yang biasanya cukup sederhana. Hal ini berguna untuk mengikuti posisi pemain dan agar game lebih 'hidup'. Pada video game, biasanya scene 2.5D ini lebih digunakan dalam visualisasi geografis (GVIS) untuk membantu memahami representasi visual spasial-kognitif atau visualisasi 3D. 

 

Level of Detail 

LOD biasanya digunakan untuk mengatur material yang akan diaplikasikan pada model objek. Disebut level karena tingkat pengaturannya berbeda-beda tergantung dari seberapa jauh jarak antara model dengan viewer.


Gambar 1.3 Penerapan Level of Detail


Ketika model berada pada jarak dekat dengan viewer, model sebaiknya di-render dengan detail sebanyak mungkin. Namun sebaliknya jika model berada pada jarak yang jauh dari viewer lebih baik jangan menampilkan model dengan sangat detail agar tidak mengganggu performance dan agar hasilnya justru dapat meningkatkan performance.

Meskipun sebagian besar waktu LOD diterapkan untuk geometri rinci saja, baru-baru ini teknik LOD sudah termasuk dalam manajemen shading untuk dapat mengontrol kompleksitas pixel. Suatu bentuk tingkat manajemen detail telah diterapkan untuk tekstur selama bertahun-tahun, di bawah nama mipmapping, juga memberikan kualitas rendering yang lebih tinggi. Ini adalah hal yang lumrah untuk mengatakan bahwa “sebuah objek telah LOD’d” ketika objek disederhanakan oleh mendasari algoritma LOD-ing.

 

Terrain LOD 

Gambar 1.4 Terrain LOD
Dalam suatu game, Terrain merupakan model yang sangat besar. Membuat setiap pointnya secara eksplisit sangatlah tidak mungkin, maka metoda untuk mengotomatiskan pembangkitan Terrain merupakan hal biasa. Ketika proses rendering, sebagian dari Terrain tertutup dan sebagian lain sangat jauh, oleh karena itu dikembangkanlah Terrain LOD algorithms.

Terrain, atau sering juga disebut dataran, merupakan salah satu data yang penting dalam pemodelan pemograman grafik.Terrain umumnya diimplementasikan untuk obyek – obyek yang statis. Salah satu implementasi terrain yang banyak digunakan adalah dalam pemodelan lanskap. Contoh pemodelan lanskap adalah pemodelan bentangan tanah, pinggiran pantai, pegunungan dan lain sebagainya. Penggunaan visualisasi terrain sebagai model lansekap ini banyak didapati dalam game motor rally dan real – time strategy.

Referensi : 
http://ariefnugrahaa.blogspot.co.id/2016/05/user-interface-pada-game.html
http://hilmantan.blogspot.co.id/2016/06/tampilan-grafik-scene-game-komputer.html#.WRxzodwlHtQ 

Jumat, 28 April 2017

Contoh Kasus Efek dari Game

Nama : Dinokta pangestu
Kelas : 3IA21
NPM : 53414187
Nama Dosen : Syefani Rahma Deski
Judul / Bab : Contoh Kasus Efek dari Game / Bab 5

1. Efek Posotif dari Game

Kisah Sukses Shieny Aprilia Dalam Bisnis Game

Kisah Sukses Shieny Aprilia Dalam Bisnis Game

“Pada dasarnya, Kami semua di Studio Agata adalah pecinta game. Dari kecil memang sudah gemar main game serta ingin menciptakan game dan membuat bisnis game sendiri. Kami sangat percaya jika game akan membuat orang menjadi bahagia di dunia. Pembuatan game ini merupakan misi yang sangat mulia yang juga dan memiliki potensi bisnis yang menjanjikan.
Oleh sebab itu saya dan teman-teman akan terus berinovasi membuat game-game berkualitas yang menjadi pilihan penggemar game. ”Karena misi dari perusahaan Agata studio ingin menjadikan dunia lebih bahagia, maka dari itu kami selalu berusaha menciptakan game yang berdampak positif bagi penggunanya. Selain itu kami juga menciptakan game yang berkualitas dan menghibur.Kami membagikan kebahagiaan ke semua orang melalui game yang kami ciptakan. Game yang kami ciptakan bermacam-macam, ada yang pure entertainment seperti game sepakbola. Kami juga yang menciptakan game sepakbola yang digemari oleh para bola mania yaitu Football Saga (http://footballsaga.com/).

Tidak menutup kemungkinan bagi Agate Studio untuk kerjasama dengan perusahaan besar multinasional atau bahkan di dunia internasional lainnya untuk membuat game sebagai media marketing.
Game yang sudah di ciptakan agata studio total dari tahun 2009 sampai sekarang ada sekitar 150 game. Sementara itu, untuk pendapatan dari bisnis game ini, dia belum tau spesifiknya. Hanya saja kami harus membagi dengan profit yang pas untuk kru yang berjumlah 70 orang.
“Terjun ke dunia bisnis game juga bisa menjadi bisnis yang sehat dan memberikan keuntungan yang tidak sedikit jumlahnya bahkan bisa mencapai ratusan juta” tuturnya.

2.  Efek Negatif dari Game

 Kecanduan Main Gim, Pria Jepang Bercerai dengan Sang Istri

Kasus akibat kecanduan bermain gim menjadi peristiwa yang kerap terjadi di Jepang. Mirisnya, kecanduan tersebut sebagian besar malah dialami oleh orang dewasa. Dan yang terbaru adalah kasus perceraian seorang pria dengan sang istri akibat kecanduan main gim.
Seperti dilansir Ubergizmo, Selasa (25/4/2017), pria bernama Kaccho itu diketahui sempat mengalami depresi berat akibat perceraian dengan sang istri. Peliknya hidup pria paruh baya ini pun ditampilkan dalam acara reality show di TV Jepang bertajuk “Ie, Tsuite Itte Ii Desuka?”.
Di dalam acara tersebut, Kaccho mengaku ia adalah seorang gamer 'garis keras' yang bermain gim di setiap harinya. Karena terlalu terikat dengan gim-gim yang dimainkan, ia ditinggal oleh istri dan anaknya.

"Saya lebih memilih untuk fokus bermain gim, dan akhirnya bercerai dengan istri saya. Beberapa bulan setelahnya, saya merasa hidup saya sepi. Saya sadar keputusan yang saya pilih berisiko bagi hidup saya, istri dan anak," kata Kaccho.
Kaccho mengungkapkan, sampai saat ini ia belum bertemu dengan istri dan anaknya. Sebagai bentuk luapan rasa kangen dengan istri dan anak, Kachho pun menciptakan karakter gim dengan fisik seperti istri dan anak agar rasa kangennya terobati.
Kehidupan Kaccho yang sepi di dunia nyata namun ramai di dunia gim, ternyata menjadi sorotan publik di Jepang. Banyak yang menilai, keputusan Kaccho bukan keputusan bijak.
"Hanya karena gim, ia memilih untuk meninggalkan keluarganya? Wajar saja depresi, sebaiknya ia harus dibawa ke psikiater," ucap salah satu penonton yang ikut menyimak acara tersebut hingga akhir.

Interaksi Fisik dalam Game

Nama : Dinokta pangestu
Kelas : 3IA21
NPM : 53414187
Nama Dosen : Syefani Rahma Deski
Judul / Bab : Interaksi Fisik dalam Game / Bab 5

Aktivitas bermain game biasanya melibatkan sejumlah anggota tubuh untuk bergerak dalam menggunakan perangkat game seperti Joy-Stick, keyboard, Virtual Reality, dan lain sebagainya. Sebenarnya tidak hanya tubuh yang bergerak tetapi jaringan otak-pun ikut bergerak.
Efek fisik disini memiliki dua bagian yaitu efek positif dan efek negatif.

Efek Positif
Video Game dapat memberikan beberap efek positif, baik secara fisik maupun mental, diantaranya:
A. Meningkatkan kemampuan decision-making :
Game yang sering menampilkan interaksi decision-making adalah game seperti Adventure dan Simulasi contohnya Dragon Age, The Sims, dan lain sebagainya.

B.Meningkatkan kemapuan ingatan :
Pada video game terdapat banyak objek, map/peta(lokasi), kondisi, dan point tertentu yang harus diingat oleh pemain. Jika anda merasa sering lupa, anda dapat mencoba melatih ingatan anda dengan bermain game.

C. Meningkatkan kemampuan tentang komputer :
Sering kali ditemukan sejumlah game yang dapat dimodifikasi (disebut mod/modding) baik objek atau-pun jalan ceritanya. Biasanya ketika melakukan mods game, tidak hanya sekedar copy-paste file mods tetapi terkadang harus menginstal software tambahan dan meng-edit script tertentu. Dengan demikian dapat melatih pemain tentang komputer seperti modifikasi file, troubleshooting, masalah jaringan hingga overclocking walaupun hanya hal-hal yang mendasarnya saja.

D. Meningkatkan kemampuan mengetik di keyboard :
Seorang gamer biasanya sangat hafal dengan letak huruf pada keyboard karena banyak kunci keyboard yang digunakan ketika bermain game, tidak hanya itu, biasanya ketika bermain game online seorang gamer mampu mengetik dengan cepat karena percakapan dari teman-teman di game online yang membuatnya terbiasa dalam mengetik di keyboard.

E. Melatih kemampuan untuk mengatasi masalah, problem-solving :
Video game sudah pasti memiliki jalan cerita yang harus diselesaikan oleh pemain dimana biasanya terdapat sejumlah konflik dan permasalahan, disinilah pemain harus berfikir menemukan celah untuk mengatasi setiap konflik masalah pada jalan cerita. Hal tersebut sama seperti dalam kehidupan nyata, Anda pun harus bisa menemukan jalan keluar dari masalah apapun yang sedang dihadapi.

F. Melatih kesabaran :
Banyak video game didesain dengan tingkat kesulitan tinggi yang terkadang seorang gamer ahli pun butuh berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk menyelesaikannya. Kesabaran seperti ini pasti berguna dalam kehidupan nyata.

G. Melatih kerja sama tim :
Video game yang membutuhkan kerja sama tim membantu mengembangkan keterampilan kolaborasi.

H. Melatih kemampuan berbahasa asing :
Kebanyakan video game menggunakan bahasa inggris baik pada user interface, percakapan dan subtitle didalam game dengan demikian pemain dapat melatih kemampuan berbahasa inggrisnya. Jika pemain sudah benar-benar memahami bahasa inggris biasanya akan sangat mudah ketika bermain game online yang secara langsung berinteraksi dengan orang asing yang menggunakan bahasa inggris.

Efek Negatif

A. Kecanduan :
Kecanduan bermain video game adalah dampak yang paling sering terjadi ketika seseorang sudah merasa dirinya bisa menyelesaikan setiap level yang akan datang di dalam game tersebut sehingga mereka mempunyai keinginan untuk menyelesaikan jalan cerita atau bagi pemain game online karena tidak ingin ketinggalan event-event menarik. Kecanduan merupakan dampak negatif paling sering dialami oleh gamer tetapi efek kecanduan ini bisa sembuh ketika seorang gamer tersibukkan dengan urusan selain bermain game, seperti sekolah. Salahnya, seringkali gamer muda kurang mampu mengatasi kecanduan bermain game sehingga merelakan sekolahnya untuk bermain game.

B. Konten kekerasan :
Konten kekerasan dalam video game meningkatkan respon aggresif. Terdapat sejumlah berita mengenai game dengan konten senonoh dengan tindak kekerasan serta dimainkan oleh pemain yang tidak sesuai dengan usia dan hal ini justru berbahaya secara mental . Bila seorang anak bermain game, wajib bagi orangtua untuk mengontrol dan memperhatikan game seperti apa yang dimainkan oleh anak dan orangtua perlu memperhatikan game yang dibeli oleh anak, bisa jadi game yang dibeli mengandung sejumlah konten yang tidak sesuai dengan usianya.

C. Gangguan kesehatan :
Bermain game secara intensif dapat mengganggu sejumlah kesehatan pemain, gangguan masalah kesehatan yang sering terjadi adalah kesehatan mata dan sering merasakan sakit kepala, karena terlalu lama berada di depan layar monitor

Collision Detection (Deteksi Tubrukan)
Collision Detection adalah proses pendeteksian tabrakan antar objek sehingga objek bisa bereaksi dan tidak hanya saling menembus seperti makhluk gaib. Collision Detection biasanya karena dibuat frame / pembatas pada sebuah objek sehingga objek lain yang diberi frame ketika saling bertemu tentu akan mengalami collision.


User Interface pada Game Komputer
Desain user interface dalam game berbeda dari desain UI lainnya karena melibatkan unsur tambahan fiksi. Fiksi melibatkan avatar dari pengguna yang sebenarnya, atau player. Fiksi ini dapat langsung dihubungkan ke UI, sebagian terkait, atau tidak sama sekali. Game historis tidak memiliki hubungan nyata untuk narasi game, kemungkinan besar karena game semasa dulu jarang memiliki unsur-unsur cerita yang kuat.
User interface berarti tampilan antar muka pengguna. Jika didefinisikan secara sederhana User interface adalah penghubung atau mediator antar komputer dan manusia atau user komputer itu agar hubungan antara perangkat komputer dengan user bisa terjalin. User interface sangat berperan penting dalam dunia komputer karena dengan adanya user interface maka kemudahan user dalam mengoprasikan suatu perangkat komputer menjadi lebih mudah.

Terdapat beberapa elemen user Interface yaitu:
A. Non-diegetic: Desain  Antarmuka yang diberikan sebagai tambahan di luar dunia game itu sendiri, hanya terlihat dan terdengar ke pemain di dunia nyata. Sehingga seakan-akan karakter dalam dunia game tidak melihatnya
Contoh: Elemen HUD, kursor mouse, mini map, skills, dan lainnya.

 B. Diagetic:Desain antarmuka yang termasuk dalam permainan game  yaitu yang dapat dilihat dan didengar oleh karakter dalam permainan. Yang dimaksudkan pada antarmuka diagetic ini segala sesuatu yang terlihat terkecuali elemen-elemen non-diegetic seperti HUD, Kursor mouse, Informasi dari Komputer,dan lainnya.
Contoh: Interface  dalam game Dead Space.(Full diagetic)

C. Spatial: Elemen User Interface yang disajikan dalam ruang permainan 3D dengan atau tanpa suatu entitas dari dunia permainan yang sebenarnya (diegetik atau non-diegetik). Outline karakter dalam Left 4 Dead adalah contoh dari non-diegetik User Interface spatial.

D. Meta: Gambaran yang bisa muncul dalam dunia game, namun tidak selalu divisualisasikan spasial untuk pemain.Contoh yang paling jelas adalah efek ditampilkan di layar, seperti percikan darah pada kamera untuk menunjukkan kerusakan.
Contoh: Duty Calls- The Calm Before the Storm

Visibility
Pengertian Visibility adalah tampilan grafik dari scene game pada komputer. Yaitu, bagaimana sebuah game terlihat oleh user agar menarik dan berkualitas sehingga user dapat menikmati game tersebut.

Game bertipe ini menggunakan 2 macam tipe pemodelan:
3 Dimensi object/model
Merupakan model/object 3D yang nantinya akan dijadikan sebagai karakter utama, bangunan, object-object seperti senjata, musuh, permukaan tanah, pohon, dan bukit. Object 3D seperti ini bisa dibuat dengan menggunakan program seperti 3DS Max, Maya, Hash, dan Blender.

2 Dimensi graphic
Gambar 2D juga berperan dalam membuat game ini yaitu sebagai texture untuk object, sebagai latar belakang seperti langit dan pemandangan, sebagai meteran untuk nyawa dan gambar untuk speedometer pada game racing.

Sumber :
https://laskyargiovane.wordpress.com/2016/06/27/interaksi-fisik-dalam-teknologi-game/

Jumat, 21 April 2017

Arsitektur Game Engine

Nama              : Dinokta Pangestu
Kelas               : 3IA21
NPM               : 53414187
Dosen              : Syefani Rahma Deski

Arsitektur Game Engine
Image result for Arsitektur Game Engine
Arsitek adalah pelajaran untuk membuat rancangan dari bangunan. Sedangkan  arsitektur mesin game adalah system perangkat lunak yang  dirancang untuk menciptakan dan pengembangan video game. Dapat dikatakan  bahwa arsitektur mesin game itu adalah rancangan dari sistem perangkat  lunak dari game itu sendiri.
Tahap awal dari merancang suatu game adalah memilih jenis game yang akan  dibuat agar dapat lebih terfokus dalam mengerjakannya. Selanjutnya adalah  mendesaian game yang akan dibuat. Setelah kita memiliki desain game,  langkah berikutnya adalah mengimplementasikan desain tersebut menjadi  source code. Apabila source telah selesai dirancang, maka game tersebut  dapat dimainkan dan digunakan sesuai yang diinginkan oleh sang pembuat  game. Apakah game tersebut dibuat untuk dikomersilkan atau dikembangkan  oleh orang lain.
Beberapa elemen yang terdapat dalam game engine, yaitu:
      a)      Tools/Data
Pada pengembangan game paling tidak dibutuhkan beberapa tools seperti 3d model editor, level editor dan graphics programs. Bahkan jika diperlukan, seringkali kita mengembangkan game engine tersebut dengan menambahkan beberapa code dan fitur yang diperlukan.
      b)      System
System adalah bagian dari game engine yang berfungsi untuk melakukan komunikasi dengan hardware yang berada di dalam mesin. System adalah bagian yang membutuhkan perubahan yang cukup banyak apabila dilakukan implementasi pada platform yang berbeda. Di dalam system sendiri terdapat beberapa sub system seperti graphics, input, sound, timer, configuration. System bertanggung jawab untuk melakukan inisialisasi, update dan mematikan sub system yang terdapat di dalamnya.
      c)       Console
Console dapat merubah setting game dan setting game engine di dalam game tanpa perlu melakukan restart pada game tersebut. Console biasa digunakan dalam proses debugging, seperti misalnya apabila game engine tersebut mengalami error maka kita hanya mengoutputkan error message tersebut ke dalam console tanpa harus melakukan restart.
      d)      Support
Support merupakan bagian yang sering digunakan pada system di galam game engine. Support berisikan rumus-rumus matematika yang biasa digunakan, vector, matrix, memory, file loader. Merupakan dasar dari game engine dan hampir digunakan dalam semua project game engine.
      e)      Renderer/Engine Core
Renderer/engine core terdiri dari beberapa sub yaitu visibility, collision detection dan response, camera, static geometry, dynamic geometry, particle systems, billboarding, meshes, skybox, lighting, fogging, vertex shading dan output.
      f)       Game Interface
Game interface merupakan layer antara game engine dan game itu sendiri. Berfungsi sebagai control yang bertuuan untuk memberikan interface apabila di dalam game engine tersebut terdapat fungsi yang bersifat dinamis sehingga memudahkan untuk mengembangkan game tersebut.
      g)      The Game
Game merupakan inti dari penggunaan game engine sendiri, sehingga ini tergantung bagaimana pengguna dalam mengembangkannya.

Tipe-Tipe Game Engine

Game engine biasanya datang dengan macam-macam jenis dan tujuannya. Ada 3  tipe game engine yaitu sebagai berikut :

1. Roll-your-own game engine
Banyak perusahaan game kecil seperti publisher indie biasanya menggunakan engine-nya sendiri. Mereka menggunakan API seperti XNA, DirectX atau OpenGL untuk membuat game engine mereka sendiri. Di sisi lain, mereka kadang menggunakan library komersil atau yang open source. Terkadang mereka juga membuat semuanya mulai dari nol. Biasanya game engine tipe ini lebih disukai karena selain kemungkinan besar diberikan secara gratis, juga memperbolehkan mereka (para developer) lebih fleksibel dalam mengintegrasikan komponen yang diinginkan untuk dibentuk sebagai game engine mereka sendiri. Kelemahannya banyak engine yang dibuat dengan cara semacam ini malah menyerang balik developernya. Tower Games Studio membutuhkan satu tahun penuh untuk menyempurnakan game engine-nya, hanya untuk ditulis ulang semuanya dalam beberapa hari sebelum penggunaannya karena adanya bug kecil yang sangat mengganggu.

2. Mostly-ready game engines
Engine ini biasanya sudah menyediakan semuanya begitu diberikan pada developer/programer. Semuanya termasuk contoh GUI, physiscs, libraries model, texture dan lain-lain. Banyak dari mereka yang sudah benar-benar matang, sehingga dapat langsung digunakan untuk scripting sejak hari pertama. Game engine semacam ini memiliki beberapa batasan, terutama jika dibandingkan dengan game engine sebelumnya yang benar-benar terbuka lebar. Hal ini ditujukan agar tidak terjadi banyak error yang mungkin terjadi setelah sebuah game yang menggunakan engine ini dirilis dan masih memungkinkan game engine-nya tersebut untuk mengoptimalkan kinerja game-nya. Contoh tipe game engine seperti ini adalah Unreal Engine, Source Engine, id Tech Engine dan sebagainya yang sudah sangat optimal dibandingkan jika harus membuat dari awal. Dengan hal ini dapat menyingkat menghemat waktu dan biaya dari para developer game.

3. Point-and-click engines
Engine ini merupakan engine yang sangat dibatasi, tapi dibuat dengan sangat user friendly. Anda bahkan bisa mulai membuat game sendiri menggunakan engine seperti GameMaker, Torque Game Builder dan Unity3D. Dengan sedikit memanfaatkan coding, kamu sudah bisa merilis game point-and-click yang kamu banget. Kekurangannya terletak pada terbatasnya jenis interaksi yang bisa dilakukan dan biasanya hal ini mencakup semuanya, mulai dari grafis hingga tata suara. Tapi bukan berarti game engine jenis ini tidak berguna, bagi developer cerdas dan memiliki kreativitas tinggi, game engine seperti ini bisa dirubah menjadi sebuah game menyenangkan, seperti Flow. Game engine ini memang ditujukan bagi developer yang ingin menyingkat waktu pemrogramman dan merilis game-game mereka secepatnya.

Contoh game yang menggunakan game engine dan game engine yang dipakai pada game tersebut

Dead Trigger 2
deadtrigger2
Game fps bergenre horror yang dirilis khusus perangkat mobile android,ios dan windows phone pada tahun 2013 lalu dan dikembangkan oleh developer game bernama Madfinger Games ternyata dibuat menggunakan game engine UNITY

Sumber : 
http://vanillabluse.blogspot.co.id/2016/04/arsitektur-game-engine.html 
http://mylinggih.com/game/6-game-terbaik-dibuat-menggunakan-unity/